Chueotang ala Yano Shiho adalah resep Yano Shiho yang menggunakan 1 kg ikan loach yang direbus hingga lunak lalu diblender halus, kemudian dimasak bersama 600 g siraegi dan 2 L kaldu tulang sapi siap pakai.
Kunci dari resep ini adalah membersihkan ikan loach dengan garam kasar, merebusnya selama 30 menit dengan api sedang-kecil, lalu menghaluskannya bersama air rebusan hingga tulangnya tidak terasa kasar saat dimakan. Siraegi yang dibumbui dengan doenjang dan gochugaru kemudian dimasak bersama bubuk perilla selama 20 menit. Setelah bawang putih cincang ditambahkan dan dimasak lagi selama 10 menit, kuah menjadi lebih kental, gurih, dan kaya rasa.
Tanpa perlu membuat kaldu dari awal, perpaduan kaldu tulang sapi, ikan loach, dan siraegi menghasilkan chueotang, sup ikan loach khas Korea, dengan rasa yang dalam dan pekat untuk dinikmati di rumah.
⏱️ Waktu memasak: Sekitar 80 menit
🍳 Tingkat kesulitan: ★★★☆☆
✓ Bahan-Bahan
🥣 Bahan Utama
- 1 kg ikan loach
- 600 g siraegi yang sudah direbus
- Garam kasar secukupnya
🧂 Bumbu & Kuah
- 1/2 cangkir gochugaru (bubuk cabai Korea)
- 1 cangkir doenjang (pasta kedelai fermentasi Korea)
- 2 L kaldu tulang sapi siap pakai
- 1 cangkir bubuk perilla
- 1/2 cangkir bawang putih cincang
(Patokan takaran: 1 sdm = 15 ml, 1 sdt = 5 ml, 1 cangkir = 200 ml)
✓ Cara Membuat Chueotang
- Bersihkan dan diamkan ikan loach: Masukkan 1 kg ikan loach ke dalam mangkuk besar, taburkan garam kasar dalam jumlah cukup banyak, lalu segera tutup mangkuk. Diamkan selama 20–30 menit.
- Cuci ikan loach: Masukkan ikan loach yang sudah tidak bergerak ke dalam air dingin. Bilas beberapa kali hingga lendir dan kotoran pada permukaannya benar-benar hilang, lalu tiriskan.
- Rebus ikan loach: Masukkan ikan loach yang sudah dicuci ke dalam panci dan tambahkan air hingga seluruh ikan terendam. Rebus selama 30 menit dengan api sedang-kecil hingga benar-benar lunak.
- Haluskan ikan loach: Angkat ikan yang sudah direbus dan potong masing-masing menjadi 4–5 bagian. Masukkan ke dalam blender bersama air rebusannya, lalu blender hingga sangat halus agar tulangnya tidak terasa kasar saat dimakan.
- Siapkan siraegi: Peras perlahan sisa air dari 600 g siraegi yang sudah direbus, lalu potong menjadi ukuran sekali makan.
- Bumbui siraegi: Masukkan siraegi ke dalam mangkuk. Tambahkan 1/2 cangkir gochugaru dan 1 cangkir doenjang, lalu aduk dan remas perlahan dengan tangan hingga bumbu merata.
- Masak semua bahan: Masukkan ikan loach yang sudah dihaluskan, 2 L kaldu tulang sapi siap pakai, 1 cangkir bubuk perilla, dan siraegi berbumbu ke dalam panci. Masak dengan api besar hingga mendidih.
- Masak dengan api sedang dan sesuaikan rasa: Setelah kuah mendidih kuat, kecilkan ke api sedang dan masak lagi selama 20 menit. Cicipi kuah, lalu tambahkan garam kasar secukupnya jika rasanya kurang asin.
- Tambahkan bawang putih: Masukkan 1/2 cangkir bawang putih cincang dan aduk hingga rata. Masak kembali selama 10 menit agar aroma bawang putih menyatu dengan kuah, lalu matikan api.
✓ Tips Agar Tidak Gagal
- Bersihkan lendir ikan dengan benar: Setelah ikan loach diberi garam kasar, lendir pada permukaannya harus dibersihkan dengan teliti menggunakan air dingin. Jika lendir tidak dibersihkan dengan baik, aroma tanah dan amis khas ikan dapat tertinggal dalam kuah.
- Blender hingga benar-benar halus: Jika ikan loach yang sudah direbus hanya diblender kasar, serpihan tulang dapat terasa saat kuah dimakan. Potong ikan menjadi 4–5 bagian, tambahkan air rebusannya, lalu blender cukup lama hingga teksturnya benar-benar halus.
✓ Tips Penyajian
- Jika menyukai rasa yang lebih pedas, tambahkan irisan Cheongyang gochu atau sedikit bubuk sancho sesuai selera pada tahap akhir memasak.
- Masukkan nasi putih hangat ke dalam kuah panas dan nikmati bersama kkakdugi atau geotjeori yang sudah matang untuk melengkapi rasa gurih chueotang.
- Jika masih ada kuah tersisa, tambahkan somyeon yang sudah direbus atau potongan adonan sujebi, lalu didihkan sebentar untuk membuat hidangan mi atau sujebi yang mengenyangkan.
✓ Cara Memilih Ikan Loach yang Baik
- Permukaan dan lendir: Pilih ikan dengan permukaan yang licin, mengilap, dan dilapisi lendir bening secara merata.
- Bentuk dan warna: Pilih ikan dengan bagian punggung berwarna cokelat gelap, bagian perut berwarna cokelat kekuningan atau kuning yang jelas, serta tubuh tanpa luka.
- Gerakan dan tekstur: Ikan yang segar bergerak aktif di dalam air dan tubuhnya terasa padat, tidak lembek saat disentuh.
✓ Kandungan Gizi Ikan Loach per 100 g
| Zat Gizi | Jumlah per 100 g |
|---|---|
| Kalori | 138.00 kcal |
| Karbohidrat | 0.00 g |
| Protein | 15.88 g |
| Lemak | 7.54 g |
| Natrium | 91.00 mg |
Acuan: ikan loach, per 100 g. Kandungan gizi sebenarnya dapat berbeda tergantung varietas, bagian bahan, produk, dan kondisi pengolahan.
Sumber: Basis Data Komposisi Gizi Pangan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea
✓ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Apakah kuah akan terasa kasar jika ikan loach diblender bersama tulangnya?
Jika ikan direbus selama 30 menit dengan api sedang-kecil hingga lunak, kemudian diblender sangat halus bersama air rebusannya, tulang hampir tidak terasa dan kuah menjadi lembut serta kental.
Q2. Mengapa chueotang bisa berbau tanah atau amis?
Hal ini dapat terjadi jika lendir yang keluar dari permukaan ikan selama proses pembersihan dengan garam tidak dicuci sampai bersih, atau jika waktu memasak bersama bawang putih dan doenjang kurang cukup. Karena itu, proses pembilasan dengan air dingin harus dilakukan dengan teliti.
Q3. Apakah kaldu tulang sapi bisa diganti dengan kaldu ikan teri dan kombu atau air cucian beras?
Bisa, tetapi rasa akhirnya akan berbeda. Penggunaan kaldu tulang sapi siap pakai seperti pada resep ini menghasilkan rasa kuah yang lebih pekat dan dalam.
Chueotang ala Yano Shiho yang dibuat sesuai resep ini memiliki kuah yang kental dan lembut dari ikan loach yang diblender halus dan kaldu tulang sapi. Bubuk perilla serta siraegi yang dibumbui dengan doenjang menambahkan rasa gurih yang khas. Karena ikan direbus sampai lunak lalu diblender bersama air rebusannya, tekstur tulang hampir tidak terasa, sementara bawang putih yang ditambahkan pada tahap akhir menyatu dengan baik ke dalam kuah.
Jika ingin mencoba membuat hidangan berkuah Korea dengan rasa yang dalam di rumah, Anda dapat mengikuti resep chueotang ini sesuai bahan dan urutan memasaknya. Penggunaan kaldu tulang sapi siap pakai membantu mempersingkat proses menyiapkan kaldu, dan hidangan ini cocok dinikmati bersama nasi hangat, kkakdugi, atau geotjeori.
Simpan atau tandai resep ini agar mudah ditemukan kembali, dan bagikan kepada teman atau keluarga yang mungkin ingin mencobanya.
Saya akan terus membagikan resep praktis dan informasi memasak yang mudah diikuti. 😊
Jika ada hidangan atau resep lain yang ingin Anda lihat, silakan tuliskan di kolom komentar. 😊