Resep Samgyetang Kacang Mete ala Yano Shiho – Kuah Gurih, Kental, dan Creamy

Samgyetang kacang mete ala Yano Shiho adalah resep Yano Shiho yang menggunakan 1 ekor ayam utuh seberat 850 g, dimasak perlahan bersama ginseng segar, jujube kering, dan bawang putih, lalu ditambahkan kacang mete yang diblender halus untuk menghasilkan kuah yang gurih dan creamy.

Bagian dalam ayam diisi dengan 80 g beras ketan yang sudah direndam selama 1 jam, kemudian lubangnya ditutup dengan bawang putih agar beras tidak keluar selama dimasak. Ayam direbus selama 40 menit dengan api sedang hingga empuk. Setelah itu, 1 cangkir kacang mete diblender bersama 1 cangkir air, dituangkan ke dalam kuah, lalu dimasak lagi selama 15 menit untuk menghasilkan kuah putih pekat yang berbeda dari samgyetang bening pada umumnya.

Aroma lembut ginseng segar, daging ayam yang empuk, dan kuah kacang mete yang gurih berpadu menjadi samgyetang kacang mete yang cocok disajikan sebagai hidangan istimewa dan mengenyangkan.

⏱️ Waktu memasak: Sekitar 70 menit
🍳 Tingkat kesulitan: ★★☆☆☆

✓ Bahan-Bahan

🥣 Bahan Utama

  • 1 ekor ayam utuh (850 g)
  • 80 g beras ketan
  • 1 buah ginseng segar (50 g)
  • 7 buah jujube kering
  • 2 batang daun bawang
  • 25 siung bawang putih kupas
  • 1 genggam kucai (20 g)
  • 1 cangkir kacang mete (200 ml)
  • 1,5 L air
  • 200 ml air untuk kuah kacang mete

🧂 Bumbu & Saus

  • 3 sdm guk-ganjang (kecap asin Korea untuk sup)
  • 1/3 sdm garam kasar

    (Patokan takaran: 1 sdm = 15 ml, 1 sdt = 5 ml, 1 gelas kertas = 180 ml, 1 cangkir = 200 ml)

✓ Cara Membuat Samgyetang Kacang Mete

  1. Bersihkan ayam dan siapkan bahan: Potong bagian leher dari 1 ekor ayam utuh, lalu bersihkan sisa organ di bagian dalam dengan air mengalir. Gunakan gunting untuk membuang gumpalan lemak di sekitar ekor dan bagian belakang leher. Rendam 80 g beras ketan dalam air selama 1 jam. Potong kucai menjadi 4 bagian dan daun bawang menjadi 3 bagian.
  2. Isi ayam dan kunci kedua kakinya: Masukkan bawang putih, beras ketan yang sudah direndam, lalu bawang putih lagi ke dalam rongga ayam agar beras tidak mudah keluar. Buat sayatan kecil pada bagian tendon di ujung salah satu kaki ayam, lalu silangkan kaki satunya dan selipkan dengan kuat.
  3. Masukkan semua bahan ke dalam panci: Tuangkan 1,5 L air ke dalam panci. Masukkan ayam yang sudah diisi, 1 buah ginseng segar (50 g), 7 buah jujube kering, 2 batang daun bawang, 25 siung bawang putih kupas, dan 3 sdm guk-ganjang. Masak dengan api besar hingga mendidih.
  4. Masak ayam dengan api sedang: Setelah kuah mendidih, kecilkan ke api sedang, tutup panci, lalu masak selama 40 menit.
  5. Buat kuah kacang mete: Masukkan 1 cangkir kacang mete (200 ml) dan 1 cangkir air (200 ml) ke dalam blender. Blender hingga teksturnya sangat halus.
  6. Tambahkan kuah kacang mete dan garam: Tuangkan campuran kacang mete ke dalam panci, tambahkan 1/3 sdm garam kasar, aduk hingga rata, lalu masak lagi selama 15 menit.
  7. Tambahkan kucai dan selesaikan: Sesaat sebelum mematikan api, letakkan kucai yang sudah dipotong menjadi 4 bagian di atas ayam dan biarkan sedikit layu sebelum disajikan.

✓ Tips Agar Tidak Gagal

  • Bersihkan lemak dan bagian dalam ayam dengan teliti: Buang lapisan lemak tebal di sekitar ekor dan belakang leher, serta bersihkan sisa darah dan organ yang menempel di bagian dalam tulang rusuk dengan air mengalir. Langkah ini membantu mengurangi aroma amis dan menghasilkan kuah yang lebih bersih.
  • Gunakan bawang putih untuk menahan beras ketan: Jika beras ketan langsung dimasukkan tanpa penahan, beras dapat keluar selama perebusan dan membuat kuah menjadi lebih keruh. Masukkan bawang putih terlebih dahulu, isi beras ketan di bagian tengah, lalu tutup kembali dengan bawang putih dan kunci kaki ayam dengan menyilangkannya.

✓ Tips Penyajian

  • Suwir daging ayam yang sudah empuk mengikuti seratnya, lalu cocolkan sedikit ke saus kecap asin dengan mustard Korea atau campuran garam dan lada untuk menyeimbangkan rasa kuah yang gurih.
  • Setelah daging ayam habis, campurkan nasi ketan dari dalam ayam ke dalam kuah kacang mete yang putih dan kental. Masak sebentar seperti bubur ayam untuk mengakhiri hidangan dengan lebih mengenyangkan.
  • Sajikan bersama kkakdugi yang renyah atau pa-kimchi yang pedas agar rasa segar dan pedasnya menyeimbangkan kuah yang creamy dan pekat.

✓ Cara Memilih Ayam Segar yang Baik

  • Warna dan kilau kulit: Pilih ayam dengan kulit berwarna aprikot muda, tidak kusam, serta memiliki kilau yang bersih dan merata.
  • Tekstur dan elastisitas daging: Saat ditekan perlahan dengan jari, daging sebaiknya terasa padat dan elastis serta cepat kembali ke bentuk semula.
  • Kebersihan tampilan: Pilih ayam dingin yang tidak memiliki luka atau bekas darah di sekitar leher maupun ekor dan bagian dalamnya telah dibersihkan dengan baik.

Sumber: Rural Development Administration – Nongsaro

✓ Kandungan Gizi Daging Ayam per 100 g

Zat GiziJumlah per 100 g
Kalori118.00 kcal
Karbohidrat0.20 g
Protein22.00 g
Lemak2.60 g
Natrium63.00 mg

Acuan: daging ayam lokal Korea, mentah, per 100 g. Kandungan gizi sebenarnya dapat berbeda tergantung varietas, bagian bahan, produk, dan kondisi pengolahan.
Sumber: Basis Data Komposisi Gizi Pangan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea

✓ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q1. Mengapa kuah kacang mete tidak dimasukkan sejak awal memasak?
Ayam dan bahan lainnya perlu direbus terlebih dahulu selama 40 menit agar kaldu ayam keluar dengan baik. Kuah kacang mete ditambahkan kemudian agar bubuk kacang tidak mudah mengendap dan menempel di dasar panci, sekaligus membantu menghasilkan kuah yang lebih halus dan putih pekat.

Q2. Mengapa beras ketan bisa keluar dari dalam ayam saat samgyetang dimasak?
Hal ini dapat terjadi jika beras langsung dimasukkan tanpa ditahan bawang putih atau kaki ayam tidak dikunci dengan kuat. Tutup bagian dalam dengan bawang putih, letakkan beras ketan di tengah, lalu tambahkan bawang putih lagi dan silangkan kaki ayam agar isinya tetap berada di dalam.

Q3. Apakah kacang mete bisa diganti dengan almond panggang atau kacang tanah?
Kacang mete direkomendasikan karena memiliki tekstur lembut dan creamy serta rasa manis ringan yang cocok dengan samgyetang. Kacang lain dapat memiliki aroma yang lebih kuat atau tekstur kulit yang lebih kasar sehingga rasa dan kekentalan kuah dapat berubah.

Samgyetang kacang mete ala Yano Shiho yang dibuat sesuai resep ini memiliki kuah yang lembut, gurih, dan kaya rasa berkat tambahan kacang mete yang diblender halus ke dalam kaldu ayam yang sudah dimasak cukup lama. Beras ketan yang ditahan dengan bawang putih tetap berada di dalam ayam dan matang dengan lembut, sementara aroma ginseng segar dan jujube menambah karakter khas pada kuah.

Jika ingin mencoba samgyetang dengan kuah yang lebih pekat dan creamy dibandingkan versi bening pada umumnya, Anda dapat mengikuti resep samgyetang kacang mete ini. Ayam dimasak terlebih dahulu hingga kaldunya keluar, kemudian kuah kacang mete ditambahkan pada tahap akhir sehingga rasa ayam tetap terasa sekaligus berpadu dengan gurihnya kacang mete.

Simpan atau tandai resep ini agar mudah ditemukan kembali dan bagikan kepada teman atau keluarga yang mungkin ingin mencobanya.

Saya akan terus membagikan resep praktis dan informasi memasak yang mudah diikuti. 😊
Jika ada hidangan atau resep lain yang ingin Anda lihat, silakan tuliskan di kolom komentar. 😊

Tinggalkan komentar