Resep Hwangtaeguk Korea – Sup Pollock Kering dengan Kuah Putih Pekat dan Gurih

Kunci cara membuat hwangtaeguk adalah menumis 90 g hwangtaechae (suwiran pollock kering Korea) yang sudah dibilas sebentar dengan 1 sdm minyak goreng dan 2 sdm minyak wijen di atas api sedang. Setelah itu, tambahkan 2 L air dan rebus hingga menghasilkan kuah berwarna putih susu dengan rasa yang lebih pekat.

Masukkan 350 g lobak putih, 2 sdm guk-ganjang (kecap asin Korea untuk sup), 4 sdm saus ekstrak tuna, dan 1 sdm bawang putih cincang, lalu rebus sekitar 20 menit. Rasa gurih khas hwangtae dan kesegaran lobak akan meresap ke dalam kuah. Tambahkan tauge, tahu, telur, serta cabai Cheongyang untuk memberikan rasa pedas hangat. Hasilnya adalah hwangtae haejangguk, sup Korea yang cocok dinikmati sebagai sarapan hangat atau saat ingin menyantap kuah yang menyegarkan.

Tekstur hwangtae yang kenyal berpadu dengan tauge yang renyah dan tahu yang lembut, sehingga sup ini terasa kaya baik dari kuah maupun isiannya.

⏱️ Waktu memasak: sekitar 30 menit
🍳 Tingkat kesulitan: ★★☆☆☆

✓ Bahan-Bahan

🥣 Bahan Utama

  • Hwangtaechae (suwiran pollock kering Korea) 90 g
  • Air 2 L
  • Lobak putih 1/3 buah (sekitar 350 g)
  • Bawang bombai 1/2 buah
  • Tauge 150 g
  • Cabai Cheongyang 2 buah
  • Tahu 1/2 blok (150 g)
  • Telur 2 butir
  • Bagian putih daun bawang 1 potong

🧂 Bumbu & Saus

  • Minyak goreng 1 sdm
  • Minyak wijen 2 sdm
  • Bawang putih cincang 1 sdm
  • Guk-ganjang (kecap asin Korea untuk sup) 2 sdm
  • Saus ekstrak tuna 4 sdm

    (Patokan takaran: 1 sdm = 15 ml, 1 sdt = 5 ml, 1 cangkir kertas Korea = 180 ml)

✓ Cara Membuat Hwangtaeguk

  1. Siapkan dan bilas hwangtaechae: Potong 90 g hwangtaechae menjadi ukuran yang mudah dimakan. Letakkan di saringan, lalu bilas sebentar di bawah air mengalir dan tiriskan. Jangan merendamnya terlalu lama karena rasa gurihnya dapat larut ke dalam air dan membuat kuah terasa hambar.
  2. Tumis hwangtaechae: Masukkan 1 sdm minyak goreng dan 2 sdm minyak wijen ke dalam panci. Tumis 90 g hwangtaechae secara perlahan di atas api sedang. Proses ini membantu minyak dan protein bercampur sehingga kuah nantinya menjadi lebih putih dan pekat.
  3. Tambahkan air, lobak, dan bumbu: Tuang 2 L air ke dalam hwangtae yang sudah ditumis. Masukkan 1/3 lobak putih yang sudah dipotong, 2 sdm guk-ganjang, 4 sdm saus ekstrak tuna, dan 1 sdm bawang putih cincang. Didihkan dengan api besar, lalu kecilkan ke api sedang dan rebus selama sekitar 20 menit.
  4. Masukkan bawang bombai dan tauge: Setelah kuah berubah menjadi putih susu, tambahkan 1/2 bawang bombai yang sudah diiris dan 150 g tauge. Didihkan kembali agar rasa segar dari sayuran menyatu dengan kuah.
  5. Tambahkan cabai Cheongyang, tahu, dan telur: Masukkan 2 cabai Cheongyang yang sudah diiris, 1/2 blok tahu yang sudah dipotong dadu, lalu tuangkan 2 butir telur yang sudah dikocok. Jangan langsung mengaduk telur setelah dituangkan. Tunggu hingga telur mulai menggumpal dan matang, baru aduk perlahan agar kuah tetap bersih dan tidak terlalu keruh.
  6. Sesuaikan rasa dan tambahkan daun bawang: Cicipi kuah dan tambahkan garam sesuai selera jika masih kurang asin. Terakhir, masukkan bagian putih daun bawang yang sudah diiris dan didihkan sebentar sebelum disajikan.

✓ Tips Agar Tidak Gagal

  • Perhatikan kelembapan dan proses menumis hwangtae: Jika hwangtaechae direndam terlalu lama, rasa umaminya akan banyak larut ke dalam air sehingga kuah menjadi hambar. Sebaliknya, jika ditumis dalam keadaan terlalu kering, hwangtae dapat menyerap minyak dan mudah gosong. Bilas sebentar menggunakan saringan, lalu tumis dengan 1 sdm minyak goreng dan 2 sdm minyak wijen di atas api sedang agar minyak dan protein dapat teremulsi dan menghasilkan kuah putih susu.
  • Jangan langsung mengaduk telur: Jika telur yang sudah dikocok langsung diaduk setelah dituangkan, butiran telur akan menyebar ke seluruh kuah dan membuatnya keruh serta terasa lebih berat. Tunggu sampai telur menggumpal dan mengapung karena panas kuah, kemudian aduk perlahan agar kuah tetap terasa ringan dan bersih.

✓ Tips Penyajian

  • Sajikan bersama kimchi sawi putih yang sudah matang fermentasinya atau kkakdugi (kimchi lobak Korea). Rasa asam dan segarnya cocok dengan kuah hwangtaeguk yang gurih dan ringan.
  • Jika disajikan untuk anak-anak, cabai Cheongyang pada tahap terakhir dapat dihilangkan agar rasanya lebih lembut dan tidak pedas.
  • Masukkan nasi ke dalam sup untuk menikmatinya seperti gukbap. Nasi akan menyerap kuah, sementara tahu yang lembut dan tauge yang renyah membuat teksturnya terasa semakin lengkap.

✓ Cara Memilih Hwangtaechae yang Baik

  • Warna dan permukaan: Pilih hwangtaechae yang secara keseluruhan berwarna kuning cerah dan sedikit mengilap. Ciri ini menunjukkan ikan kering dengan kondisi yang baik.
  • Ketebalan dan tekstur: Pilih yang tidak terlalu kering hingga mudah hancur. Daging yang cukup tebal dan dapat disobek lembut mengikuti seratnya akan menghasilkan tekstur yang lebih baik setelah dimasak.
  • Aroma: Hindari produk yang berbau tengik atau apek seperti jamur. Hwangtaechae yang baik memiliki aroma ikan kering yang lembut dan gurih tanpa bau tidak sedap.

✓ Kandungan Gizi Hwangtaechae per 100 g

Zat GiziJumlah per 100 g
Kalori342.00 kcal
Karbohidrat0.00 g
Protein77.03 g
Lemak1.75 g
Natrium555.00 mg

Data berdasarkan 100 g hwangtaechae. Kandungan gizi sebenarnya dapat berbeda tergantung varietas, bagian, produk, dan kondisi setelah dimasak.
Sumber: Basis Data Kandungan Gizi Pangan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea

✓ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q1. Mengapa kuah hwangtaeguk tidak berubah menjadi putih susu?

Kemungkinan hwangtaechae belum ditumis cukup lama dengan minyak atau waktu merebus setelah menambahkan air terlalu singkat. Tumis hwangtae dengan minyak goreng dan minyak wijen di atas api sedang, lalu tambahkan air dan rebus sekitar 20 menit agar kuah menjadi lebih putih dan pekat.

Q2. Mengapa hwangtaeguk terasa sepat atau pahit?

Hal ini dapat terjadi jika api terlalu besar saat menumis sehingga permukaan hwangtae menjadi gosong. Tumis perlahan di atas api sedang sambil terus diaduk hingga hwangtae sedikit menyusut agar tidak terbakar dan rasa gurihnya tetap terjaga.

Setelah hwangtaechae ditumis dengan minyak goreng dan minyak wijen di atas api sedang, lalu direbus bersama lobak dan bumbu selama 20 menit sesuai urutan resep, rasa gurih khas hwangtae meresap kuat ke dalam kuah dan menghasilkan warna putih susu dengan rasa yang dalam. Lobak yang matang memberikan rasa segar, sementara tauge yang renyah, tahu yang lembut, dan rasa pedas dari cabai Cheongyang membuat kuah tetap terasa ringan dan bersih. Ketika disantap bersama nasi, tekstur hwangtae yang kenyal dan telur yang lembut juga membuat hidangan ini cocok untuk sarapan yang mengenyangkan.

Jika Anda sedang mencari cara membuat hwangtaeguk dengan kuah putih susu dan rasa gurih yang pekat, tumis terlebih dahulu hwangtaechae dengan minyak lalu rebus bersama lobak selama sekitar 20 menit seperti dalam resep ini. Resep ini cocok disiapkan saat ingin menikmati sup hangat di pagi hari atau hwangtae haejangguk dengan rasa pedas hangat dan kuah yang kaya.

Simpan atau tandai resep ini agar mudah ditemukan saat ingin membuatnya lagi. Bagikan juga kepada teman atau keluarga yang menyukai masakan Korea.

Saya akan terus membagikan resep lezat dan informasi memasak yang praktis serta mudah diikuti. 😊
Jika ada hidangan yang ingin Anda pelajari atau resep tertentu yang ingin dibahas, silakan tuliskan di kolom komentar. 😊

Tinggalkan komentar