Resep geotjeori daun ketumbar Korea ini dibuat dengan mencampurkan 200 g daun ketumbar dan bawang bombai yang diiris tipis dengan saus pedas asam dari gochugaru, kecap asin, cuka, dan gula.
Campuran 2,5 sdm gochugaru, 2 sdm kecap asin, 2 sdm cuka, gula, dan bawang putih cincang menghasilkan bumbu yang gurih, pedas, dan segar tanpa menutupi aroma khas daun ketumbar. Setelah dicuci, daun ketumbar harus ditiriskan hingga benar-benar tidak terlalu basah, lalu dicampur perlahan dengan ujung jari agar daun tidak memar dan teksturnya tetap segar serta renyah.
Tanpa perlu menyalakan kompor, hidangan ini dapat selesai dalam sekitar 10 menit. Cocok disajikan bersama samgyeopsal, daging babi panggang, atau sebagai lauk segar dengan cita rasa yang berbeda.
⏱️ Waktu memasak: sekitar 10 menit
🍳 Tingkat kesulitan: ★☆☆☆☆
✓ Bahan-Bahan
🥣 Bahan Utama
- Daun ketumbar 200 g
- Bawang bombai 1/3 buah
🧂 Bumbu & Saus
- Gochugaru (bubuk cabai Korea) 2,5 sdm
- Gula 1 sdm
- Kecap asin 2 sdm
- Cuka 2 sdm
- Bawang putih cincang 1 sdm
- Biji wijen 1 sdm
(Patokan takaran: 1 sdm = 15 ml, 1 sdt = 5 ml, 1 gelas kertas = 180 ml)
✓ Cara Membuat Geotjeori Daun Ketumbar Korea
- Cuci dan potong daun ketumbar: Cuci 200 g daun ketumbar perlahan di bawah air mengalir sambil digoyangkan ringan. Tiriskan, lalu potong sepanjang sekitar 3–4 cm agar mudah disantap.
- Iris bawang bombai: Iris tipis 1/3 buah bawang bombai, lalu sisihkan.
- Buat bumbu: Masukkan 2,5 sdm gochugaru, 1 sdm gula, 2 sdm kecap asin, 2 sdm cuka, 1 sdm bawang putih cincang, dan 1 sdm biji wijen ke dalam mangkuk. Aduk sampai gula tercampur dan larut secara merata.
- Campur dengan lembut: Masukkan daun ketumbar dan bawang bombai ke dalam mangkuk besar. Tambahkan bumbu yang sudah dibuat, lalu aduk perlahan dengan ujung jari dari bawah ke atas agar daun tidak memar. Sajikan segera.
✓ Tips Agar Tidak Gagal
- Pastikan daun ketumbar cukup kering setelah dicuci: Jika terlalu banyak air masih menempel di permukaan daun, bumbu akan menjadi encer dan tidak menempel dengan baik. Daun juga bisa lebih cepat layu. Setelah dicuci, tiriskan hingga cukup kering atau gunakan alat peniris sayuran sebelum dipotong agar teksturnya tetap segar dan renyah.
- Campur perlahan menggunakan ujung jari: Jangan meremasnya kuat seperti saat membumbui kimchi kubis. Daun dan batang ketumbar cukup lembut sehingga mudah memar, mengeluarkan banyak air, dan teksturnya menjadi lembek. Angkat dan balik perlahan dari bawah ke atas agar bumbu melapisi daun tanpa merusaknya.
✓ Tips Penyajian
- Sajikan sebagai pengganti salad daun bawang bersama samgyeopsal, daging leher babi panggang, atau irisan tipis brisket sapi yang berlemak. Rasa asam dan pedasnya membantu menyeimbangkan rasa gurih dari daging panggang.
- Letakkan geotjeori dalam jumlah cukup banyak di atas nasi hangat yang baru matang, tambahkan 1/2 sdm minyak wijen, lalu aduk perlahan untuk menikmati versi bibimbap yang segar dan berbeda.
- Setelah didiamkan terlalu lama, sayuran akan mengeluarkan air dan mulai layu. Sebaiknya campurkan dengan bumbu sesaat sebelum makan agar aroma dan teksturnya tetap segar.
✓ Cara Memilih Daun Ketumbar yang Baik
- Periksa warna dan kondisi daun: Pilih daun yang berwarna hijau cerah hingga hijau tua, tidak menguning atau kecokelatan di bagian ujung, serta tidak terlihat kering.
- Perhatikan kekencangan batang: Pilih batang yang tidak terlalu tebal atau keras. Batang sebaiknya terasa lentur tetapi tetap tegak dan tidak lemas saat diangkat.
- Periksa aroma dan kesegarannya: Pilih daun yang permukaannya tidak lembek atau rusak serta masih memiliki aroma khas daun ketumbar yang segar dan kuat.
✓ Kandungan Gizi Daun Ketumbar per 100 g
| Zat Gizi | Jumlah per 100 g |
|---|---|
| Kalori | 25.00 kcal |
| Karbohidrat | 4.53 g |
| Protein | 2.43 g |
| Lemak | 0.31 g |
| Natrium | 51.00 mg |
Patokan: daun ketumbar segar, per 100 g. Kandungan gizi sebenarnya dapat berbeda tergantung varietas, bagian bahan, produk, dan kondisi pengolahan.
Sumber: Database Kandungan Gizi Pangan Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea – Bahan Pangan Mentah
✓ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Mengapa daun ketumbar harus ditiriskan hingga cukup kering sebelum dibumbui?
Jika terlalu banyak air masih menempel pada daun, bumbu akan menjadi encer dan sulit menempel. Tiriskan dengan baik atau gunakan alat peniris sayuran agar bumbu melapisi daun dengan baik dan teksturnya tetap renyah.
Q2. Mengapa geotjeori daun ketumbar menjadi lembek dan mengeluarkan banyak air?
Hal ini biasanya terjadi karena daun dicampur atau diremas terlalu kuat sehingga bagian daun yang lembut rusak dan mengeluarkan banyak cairan. Campurkan bumbu secara perlahan dari bawah ke atas menggunakan ujung jari.
Q3. Apakah saya bisa menambahkan bahan lain selain bawang bombai?
Bisa. Bagian putih daun bawang atau kucai yang diiris tipis juga dapat digunakan untuk menambahkan aroma yang sedikit tajam. Namun, agar aroma khas daun ketumbar tetap dominan, sebaiknya jangan menambahkan terlalu banyak sayuran beraroma kuat dan tetap gunakan sekitar 1/3 buah bawang bombai seperti pada resep ini.
Aroma khas daun ketumbar berpadu dengan rasa pedas dari gochugaru dan segarnya cuka, menghasilkan geotjeori yang ringan tetapi tetap memiliki karakter kuat. Dengan mengikuti perbandingan bumbu pada resep ini, tekstur renyah bawang bombai membantu menyeimbangkan aroma daun ketumbar dan membuatnya semakin cocok disantap bersama daging panggang.
Hanya dengan menyiapkan 200 g daun ketumbar, geotjeori daun ketumbar Korea ini dapat dibuat tanpa kompor dalam sekitar 10 menit. Cocok saat Anda ingin menyiapkan lauk yang berbeda untuk menemani samgyeopsal atau daging babi panggang, maupun ketika ingin memanfaatkan sisa daun ketumbar dengan cara yang sederhana.
Simpan atau tandai resep ini agar mudah ditemukan kembali, dan bagikan kepada teman yang menyukai masakan Korea.
Saya akan terus membagikan resep lezat serta informasi memasak praktis yang mudah diikuti siapa saja. 😊
Jika ada masakan yang ingin Anda ketahui atau resep yang ingin dibahas berikutnya, silakan tuliskan di kolom komentar. 😊